STRATEGI KELANGSUNGAN HIDUP NELAYAN DALAM PEMENUHAN EKONOMI KELUARGA DI DESA KELONG, KECAMATAN BINTAN PESISIR, KABUPATEN BINTAN

Romi Aqmal

Abstract

Abstrak: Nelayan merupakan suatu aktivitas ekonomi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Secara Geografis masyarakat nelayan adalah masyarakat yang hidup, tumbuh dan berkembang dikawasan pesisir, yakni suatu kawasan transisi yang menghubungkan antara wilayah laut dan daratan (Kusnadi,2009). Problem yang dihadapi masyarakat nelayan sangatlah kompleks, terutama masalah (kemiskinan). Secara faktual ada faktor yang menyebabkan kemisikinan pada masyarakat nelayan, yaitu faktor alamiah dan non alamiah. Faktor alamiah disebabkan oleh fluktuasi musim tangkap ikan dan struktural alamiah sumber daya ekonomi desa. Sementara faktor non alamiah berhubungan dengan keterbatasan teknologi penangkapan ikan, ketimpangan dalam sistem bagi hasil serta tidak adanya jaminan sosial tenaga kerja. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui strategi bertahan hidup nelayan dalam pemenuhan ekonomi keluarga di Desa Kelong, Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan dengan teknik analisis menggunakan pendekatan teori Kusnadi dan Corner. Penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif yaitu sumber data yang diperoleh melalui kata-kata, tindakan, data tertulis serta foto. Populasi dalam penelitian sebanyak 418 orang, penarikan sampel menggunakan tehnik porposive sampling dengan jumlah sample sebanyak 7 orang terdiri dari yang terdiri dari 6 orang buruh nelayan dan 1 orang toke (pemilik modal) sebagai key informan.Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, data selanjutnya akan dianalisis degna menggunakan analisis data Mattew B.Milles dan A. Michel Huberman. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan¸ penulis membuat suatu kesimpulan sebagai berikut: Masyarakat nelayan di Desa Kecamatan Bintan Pesisir Kabupaten Bintan lebih banyak menggunakan strategi bergantung pada orang lain yaitu pada tauke selain pada istri untuk memenuhi kebutuhannya pada saat tidak melaut, hal ini dikarenakan mayoritas nelayan Desa Kelong lebih banyak menjadi nelayan buruh yang segala modal dan alat tangkap disediakan oleh tauke. Mereka juga mencari alternatif dengan bekerja menjadi buruh bangunan, bertani ketika mempunya lahan untuk bercocok tanam, bahkan mengerjakan proyek proyek yang ada. Saran mencari pekerjaan lain selain sebagai nelayan dan memperpanjang jam kerja, menghemat biaya untuk pengeluaran kebutuhan sehari-hari dan melakukan penabungan supaya untuk berjaga-jaga disaat terjadinya musim utara, serta memanfaatkan program bantuan dari pemerintah melalui Dinas Perikanan Kabupaten Bintan.

Kata Kunci : Strategi, Nelayan, Ekonomi Keluarga

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.